Universitas Sebelas April
Sumedang

Dampak Negatif dan
Persoalan
Sosial Budaya Akibat
Perkembangan Teknologi
di Era Globalisasi

2

Struktur Presentasi

Alur pembahasan disusun dari konteks, dampak, persoalan sosial budaya, hingga solusi.

Identitas Presentasi

Nama
Jalaludin
NIM
*****062***
Mata Kuliah
Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
Jurusan
Pendidikan Teknik Mesin
Kampus
Universitas Sebelas April
Sumedang
01
Pendahuluan
Mengapa teknologi perlu dibahas dari sisi sosial budaya.
02
Dampak Negatif
Ketergantungan, hoaks, privasi, dan pola konsumsi.
03
Persoalan Sosial Budaya
Budaya lokal, interaksi, individualisme, dan moral.
04
Contoh Kasus
Fenomena yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
05
Strategi Solusi
Literasi digital, etika, pelestarian budaya, dan kontrol diri.
3

Pendahuluan

Teknologi adalah kekuatan sosial: ia membentuk cara manusia berinteraksi, berpikir, bekerja, dan membangun identitas.

1

Globalisasi mempercepat arus informasi

Berita, hiburan, tren, dan budaya global dapat masuk ke kehidupan masyarakat dalam hitungan detik.

2

Teknologi mengubah relasi sosial

Komunikasi tidak lagi hanya berlangsung secara langsung, tetapi juga melalui ruang digital dan platform media sosial.

3

Dampak tidak selalu positif

Kemudahan digital dapat memunculkan ketergantungan, konflik informasi, dan perubahan nilai budaya.

Pokok Masalah

Bagaimana perkembangan teknologi yang sangat pesat menimbulkan dampak negatif serta persoalan sosial budaya di era globalisasi?

4

Kerangka Analisis

Dampak teknologi dapat dipahami sebagai proses sebab-akibat antara kemajuan digital, perubahan perilaku, dan perubahan nilai sosial budaya.

Perkembangan Teknologi

Internet cepat, media sosial, e-commerce, aplikasi digital

Perubahan Perilaku

Cara komunikasi, cara belajar, pola konsumsi, akses hiburan

Dampak Sosial Budaya

Pergeseran nilai, relasi sosial, budaya lokal, etika digital

Landasan konseptual yang relevan

Teknologi sebagai ekstensi manusia

Media memperluas kemampuan manusia, tetapi juga mengubah pola hidup.

Masyarakat jaringan

Relasi sosial makin terhubung melalui sistem digital dan platform.

Kesenjangan digital

Akses dan kemampuan digital yang tidak merata menciptakan ketimpangan baru.

5

Dampak Negatif Perkembangan Teknologi

Dampak negatif bukan berarti teknologi harus ditolak, tetapi perlu dikelola agar tidak merusak kualitas kehidupan sosial.

Interaksi sosial menurun

Komunikasi tatap muka berkurang; hubungan sosial menjadi lebih dangkal.

Ketergantungan digital

Gawai, media sosial, dan game dapat mengganggu fokus, belajar, dan produktivitas.

Hoaks dan disinformasi

Informasi palsu menyebar cepat dan dapat memicu konflik sosial.

Perilaku konsumtif

Belanja digital dan iklan algoritmik mendorong pembelian berbasis keinginan.

Ancaman data pribadi

Risiko penipuan, pencurian identitas, dan penyalahgunaan informasi meningkat.

6

Menurunnya Interaksi Sosial dan Meningkatnya
Individualisme

Teknologi dapat membuat manusia terhubung secara digital, namun justru berjarak secara emosional dalam kehidupan nyata.

Gejala yang Tampak

  • Percakapan langsung dalam keluarga berkurang.
  • Relasi sosial menjadi singkat dan transaksional.
  • Orang lebih fokus pada layar daripada lingkungan sekitar.
  • Empati sosial melemah karena interaksi banyak terjadi lewat teks.

Implikasi Sosial Budaya

  • Nilai gotong royong dan kebersamaan dapat melemah.
  • Komunikasi menjadi rentan salah paham.
  • Kepedulian terhadap lingkungan sosial menurun.
  • Masyarakat lebih mudah terfragmentasi dalam kelompok digital.
Intinya: koneksi digital perlu diimbangi dengan komunikasi nyata.
7

Ketergantungan Teknologi dan Gangguan Produktivitas

Pemakaian teknologi secara berlebihan dapat menggeser teknologi dari alat bantu menjadi sumber gangguan.

Pola Ketergantungan

1

Paparan konten

notifikasi, video pendek, game

2

Dorongan penggunaan

ingin terus mengecek informasi

3

Dampak

fokus menurun, waktu belajar terganggu

Pengendalian yang Diperlukan

  • Menentukan batas waktu penggunaan gawai.
  • Mengutamakan teknologi untuk belajar dan produktivitas.
  • Mengurangi notifikasi yang tidak penting.
  • Membangun kebiasaan membaca, berdiskusi, dan aktivitas sosial nyata.
Teknologi harus dikendalikan, bukan mengendalikan manusia.
8

Hoaks, Disinformasi, dan Konflik Sosial

Arus informasi yang cepat membuat masyarakat harus memiliki kemampuan memilah informasi secara kritis.

!

Informasi tidak jelas

Judul sensasional, sumber tidak kredibel, potongan konteks.

Dibagikan cepat

Emosi lebih dominan daripada verifikasi fakta.

Konflik sosial

Muncul prasangka, ujaran kebencian, dan perpecahan opini.

Prinsip literasi digital: cek sumber, cek tanggal, baca utuh, bandingkan dengan media kredibel, lalu baru bagikan.
9

Lunturnya Budaya Lokal dan Pergeseran Identitas

Globalisasi digital membuka akses pada budaya global, tetapi juga dapat menggeser perhatian terhadap budaya lokal.

Bentuk Persoalan

  • Bahasa daerah semakin jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
  • Generasi muda lebih mengenal tren global daripada seni dan tradisi lokal.
  • Gaya hidup digital dapat mengubah standar penampilan, konsumsi, dan pergaulan.
  • Budaya lokal diperlakukan sebagai simbol, bukan praktik hidup yang dijaga.

Penguatan Identitas Budaya

Nilai
Bahasa
Tradisi

Teknologi dapat menjadi sarana dokumentasi, promosi, dan pembelajaran budaya lokal apabila digunakan secara sadar.

10

Kesenjangan Digital dan Keamanan Data

Kemajuan teknologi tidak selalu dirasakan secara merata, dan penggunaan data pribadi memunculkan risiko baru.

Aspek Permasalahan Dampak Sosial Respons yang Dibutuhkan
Akses teknologi Tidak semua masyarakat memiliki perangkat dan internet yang memadai. Kesempatan belajar dan ekonomi tidak merata. Perlu perluasan akses dan pendampingan digital.
Kemampuan digital Sebagian pengguna belum memahami etika, privasi, dan verifikasi informasi. Rentan menjadi korban hoaks dan penipuan. Perlu literasi digital sejak sekolah dan keluarga.
Data pribadi Nama, foto, lokasi, akun, dan data keuangan mudah dibagikan. Risiko pencurian identitas dan penyalahgunaan data. Gunakan sandi kuat, autentikasi dua faktor, dan batasi berbagi data.
Platform digital Algoritma mendorong konten yang menarik perhatian secara berlebihan. Muncul adiksi, polarisasi, dan konsumsi impulsif. Bangun kontrol diri dan kebiasaan digital sehat.
11

Strategi Mengatasi Dampak Negatif Teknologi

Solusi harus menyentuh aspek individu, keluarga, pendidikan, masyarakat, dan kebijakan.

1

Literasi Digital

Mampu mencari, memverifikasi, memahami, dan menggunakan informasi secara kritis.

2

Etika dan Kontrol Diri

Menggunakan teknologi secara sopan, bertanggung jawab, dan tidak berlebihan.

3

Pelestarian Budaya Lokal

Menggunakan media digital untuk mengenalkan bahasa, seni, adat, dan nilai lokal.

4

Keamanan Data

Melindungi akun, membatasi data pribadi, serta berhati-hati terhadap penipuan digital.

Peran mahasiswa: menjadi pengguna teknologi yang kritis, etis, produktif, dan peduli budaya.

Kesimpulan

1

Teknologi membawa kemajuan, tetapi juga risiko sosial budaya.

Dampak negatif muncul ketika teknologi digunakan tanpa etika, kontrol diri, dan literasi digital.

2

Persoalan sosial budaya muncul pada relasi, nilai, dan identitas.

Interaksi langsung, budaya lokal, moral, dan solidaritas sosial perlu dijaga.

3

Solusi utama adalah penggunaan teknologi secara bijak.

Literasi digital, perlindungan data, dan pelestarian budaya perlu berjalan bersama.